Ototouring

Pengalaman Pertama Touring Menggunakan Motor Matic

12 Oct 2016 - 09:10 WIB

Yudi Prasetyo - OTOLovers

(Day One)

Jumat (30/9/2016)kemarin, Ozilled bersama rekan-rekan dari OTOLover melakukan touring bertajuk #AHMOtoTouring. Digelaran ini semua peserta wajib menggunakan motot tipe matic.

Walaupun disponsori oleh Astra Honda Motor (AHM), namun peserta bebas menggunakan motor matic dari pabrikan lain. Jarak yang ditempuh lumayan jauh yaitu sekitar 150km sekali jalan atau sekitar 300km PP.

Berhubung tidak mempunyai motor matic, Ozilled meminjam sepeda motor New Honda Vario 125 LED milik adik ipar yang sudah berumur satu tahun pemakaian. Ini adalah touring jarak jauh pertama Ozilled menggunakan motor jenis matic.

Perjalanan dimulai dari kantor www.detik.com di daerah Jakarta Selatan. Rombongan sendiri terdiri dari 21 motor. Berhubung ada kendala cuaca, Ozilled baru bergabung didaerah Depok.

Rombongan langsung menuju ke seputar daerah Sentul, Bogor untuk check point pertama. Setelah istirahat cukup lama karena ada salah satu peserta yang tertinggal akibat nyasar.

Rombongan OTOLover meluncur ke Lido untuk check point kedua sekaligus makan siang di rumah makan terapung. Selama perjalanan Ozilled belum menemui kendala selama riding menggunakan motor  matic.

Setelah energy di charge oleh nasi timbel dan sayur asem, perjalanan dilanjutkan ke check point ketiga di daerah Cibadak sebelum masuk Cikidang tepat pukul 14.00 WIB.

Nah! Mulai dari sini permasalahan timbul. Bagi sebagian orang, Cikidang adalah surganya pecinta cornering. Jalan mulus dan penuh tikungan, mengingatkan kita akan balapan sepeda motor paling berbahaya di dunia, Isle Of Man TT.

Namun, semua sirna ketika motor matic yang Ozilled tunggangi seakan sulit untuk dikendalikan. Faktor kelelahan juga seakan ikut mendukung sulitnya mengendalikan motor matic.

Jujur saja, setiap hari Ozilled menggunakan Honda Verza  bukan motor matic seperti yang sedang dipakai pada touring kali ini. Setiap tikungan, bagian belakang motor seperti mengayun tidak tentu arah (wobble).

Berbagai riding positition, Ozilled coba praktekan dengan benar. Namun, motor tetap sulit dikendalikan saat melibas tikungan.

Setengah perjalanan,  Ozilled baru mulai tahu trik menekuk motor matic di tikungan. Memamng sih, terlalu nyaman setelah menemukan trik menaklukan motor matic. Hampir saja Ozilled mengalami highside, karena ban belakang holing cengkraman ke aspal.

Untungnya masih bisa dikendalikan dengan baik. Perjalanan masih bisa dilanjutkan dan akhirnya, sekitar pukul 18.00 WIB, rombongan tiba dengan selamat di penginapan tanpa ada insiden berarti.

(Day Two)

Sabtu pagi (1/10/2016) seusai sarapan, peserta #AHMOtoTouring  akan melakukan charity (kegiatan sosial) ke salah satu panti asuhan di Pelabuhan Ratu.

Namun dikarenakan adanyan kegiatan dan aktifitas di panti pagi itu, maka acara diganti dengan sharing. Disampaikan oleh Satrio Nugorho (PT AHM), tentang manajemen touring. Kegiatan tersebut dilalui hingga makan siang.

Banyak informasi yang didapatkan ketika sharing berlangsung. Ternyata group riding itu, tidak mudah. Apa lagi jika belum terbiasa.

Banyak aturan yang harus diketahui oleh peserta touring, terkait dengan keselamatan rombongan. Selesai sharing, Ozilled melanjutkan  rencana awal, yaitu charity ke sebuah panti asuhan untuk memberikan sumbangan yang harapannya bisa berguna bagi penghuni panti asuhan.

Selesai charity, acara dilanjutkan dengan games (permainan) kekompakan di pantai Karang Papak. Kegiatannya berlangsung hingga sore dan dilanjutkan makan malam dipinggir pantai, sambil ditemani sunset yang indah.

Sebelum pulang ke penginapan, acara ditutup dengan diskusi dan sharing pendapat tentang komunitas OTOLover ke depannya.

(Day Three)

Hari Minggu (2/10/2016) adalah dari terakhir dari perjalanan #AHMOtoTouring. Selesai sarapan, ada kegiatan pembagian doorprize bagi peserta yang aktif di sosmed.

Menjelang akhir acara, Komunitas Otolover pun dikukuhkan menjadi sebuah komunitas baru di dunia otomotif Indonesia. Setelah persiapan pulang, rombongan meluncur kambali ke Jakarta untuk pulang.

Perjalanan pulang mengambil route yang sama, yaitu melewati Cikidang. Adrenalin kembali dipacu tikungan-tikungan indah yang sayang untuk dilewatkan.

Dua hari rasanya cukup untuk Ozilled mengenal karakter motor matic. Tikungan demi rikungan hampir dilewati tanpa kendala berarti.

Namun ternyata dibalik itu semua muncul permasalahan baru yaitu badan pegal-pegal seusai melahap 300km touring dengan motor matic. Walau badan berasa ingin rontok, tapi ini bukan berarti Ozilled tidak mau touring menggunakan motor matic.


TAGS   otomotif / otolovers /