Ototouring

Dari Iseng Berakhir Seneng Bersama #AHMOtoTouring

13 Oct 2016 - 19:08 WIB

Iim Dahiman - OTOLovers

OTOlovers,minggu yang lalu tepatnya 2 oktober usai sudah gelaran acara fun touring dengan tagar #AHMOtotouring dilakukan. Acara yang cukup menyenangkan ini dimulai hari jum’at 30 september dan berakhir minggu 2 oktober. Jika saya harus menceritakan pengalaman acara ini, banyak sekali cerita dan pengalaman yang didapat, dari mulai keberangkatan sampai akhirnya pulang kembali.

Seminggu sebelum jadwal keberangkatan,iseng-iseng saya buka detikcom, yang memang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari di waktu senggang untuk berselancar di detik,hampir setiap kanal dibuka, dan akhirnya menemukan banner tentang “OTO Touring Goes to Sukabumi 150KM”. Dengan niat awal iseng-iseng berhadiah, akhirnya buka form pendaftarannya dan mencoba memasukan data yang diminta, walaupun sempat gagal mengupload foto dokumen akhirnya bisa terkirim juga.

Setelah beberapa hari, eh dapet juga tuh email konfirmasi yang menyatakan terpilih sebagai salah satu peserta #AHMototouring goes to sukabumi. Berbekal motor matic yang disyaratkan saya memakai Honda Vario 150, yang sudah setia jadi tunggangan sehari-hari pergi kerja.

Singkat kata di hari “H” saya pun segera berangkat ke kantor detik diiringi hujan gerimis yang sempat menggoda untuk membatalkannya, karena membuat agak malas untuk hujan-hujanan di pagi hari. Sekitar jam 07.00 sampailah di kantor detik dan segera menuju tempat parkir yang sudah diberi tanda, disitu disambut orang detik dengan ramahnya mempersilahkan naik ke lantai 2 gedung tersebut, yang belakangan beliau ini adalah mas Fayyas alias mas gasing.

Setelah mengisi absen kemudian sarapan, kamipun seluruh peserta dibreafing bagaimana urutan acara, rute yang ditempuh juga aturan dasar touring yang harus diikuti, kami antusias dan ga sabar rasanya untuk segera berangkat menuju lokasi yang ditentukan. Setelah semua siap dan jelas, segera kita ke parkiran untuk menyiapkan kendaraan masing-masing dan tentu saja foto bersama untuk dokumentasi.

Dan…saatnya tiba kita berangkaatttt,dengan semangat segera kita berangkat melalui rute yang sudah ditentukan untuk menuju tikum pertama yaitu di daerah Sentul, dengan kepadatan khas Jakarta di sepanjang perjalanan, akhirnya kamipun sampai di tikum pertama untuk sekedar istirahat dan memberi kesempatan bagi yang ingin mengisi bahan bakar dulu. Di saat istirahat ga hentinya kami ngobrol untuk sekedar kenalan biar semakin akrab dengan diselingi candaan sebagai pemecah ke-jaim-an peserta.

Di tikum pertama ini sedikit lebih lama tertahan waktunya dikarenakan masih menunggu salah satu motor panitia dari detik,sampai-sampai sempet didatangi seorang pria yang mengaku lg opening salah satu warung bakso dan memberikan promosi makan gratis di tempat,wah mantap nih celoteh salah satu peserta diamini yang lainnya, sambil mencandai orang tersebut akhirnya datanglah motor yang ditunggu dan kami bersiap melanjutkan perjalanan, wah ga jadi deh makan bakso gratisnya nih, seloroh bro Rensy, salah satu peserta yang satu-satunya pula pakai motor matic warna pinky ( mungkin alasan pemilihan warna motornya biar touring ga berkesan seram,hehehe).

Perjalananpun akhirnya dilanjutkan untuk menuju tikum kedua yaitu di lido, ditikum kedua nanti rencananya selain makan siang, juga sholat dulu. Namun baru saja sampai di daerah tajur, hujanpun turun dengan lumayan deras, daripada basah kuyup kamipun menepi dulu untuk memakai mantel yang memang sudah disiapkan.

Perjalanan dilanjutkan kembali melewati jalur ciawi, wah lumayan hujannya tambah deras, tapi begitu mendekati tikum kedua hujanpun mulai reda, dan segera kami memarkir kendaraan dan bersiap ke tempat makan yang memang sudah siap santap di meja yang sudah disediakan. Akhirnya ga fikir panjang lagi setelah semua kumpul dan siap, kami makan dengan lahap sambil diselingi candaan.

Setelah makan siang dan semuanya beres dan siap, kamipun bersiap melanjutkan perjalanan kembali menuju tikum ketiga yaitu POM bensin cibadak sebelum belok rute cikidang. Namun kali ini hujan sudah tinggal rintik-rintik sehingga sebagian peserta memilih untuk melepaskan mantelnya, perjalanan dilanjutkan dan sampailah di tikum ketiga.

Disini,sebagian peserta memilih mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan,mengingat POM bensin selanjutnya jaraknya cukup jauh,dan saya memilih untuk istirahat sambil minum, mengingat bahan bakar di motor saya masih cukup banyak. Setelah istirahat kurang lebih 15 menit dan sudah siap kembali kamipun siap melanjutkan perjalanan dan siap melibas tanjakan juga turunan dengan berkelok jalur cikidang yang sudah cukup terkenal itu.

Namun sebelumnya kami adakan breafing dl sebentar untuk sekedar saling mengingatkan ketika melintas jalur cikidang, yang perlu diingat dan diperhatikan untuk selalu hati-hati karena banyak truk melintas dan juga ditakutkan adanya tetesan/tumpahan minyak maupun solar dari truk tersebut. Dan lets go…siap memacu si matic melintas cikidang, dengan semangat kamipun menikmati liukan jalan, dan semakin lama sepertinya yang depan semakin menambah kecepatan yang kebetulan jalanan juga lengang.

Walaupun sehabis tanjakan ada salah satu peserta yang crash, dan sempat kami berhenti dulu sejenak menunggu kondisi teman tersebut, dan kamipun bisa terus melanjutkan perjalanan karena bersyukur tidak terjadi hal yang serius. Jalur cikidang akhirnya mendekati akhir setelah kami nikmati dengan enjoy karena jalanan yang mulus, berkelok tapi lengang, tapi kemudian bersiap untuk melewati jalan yang kurang mulus dan agak rusak, diperlukan kehati-hatian untuk jaga jarak dan kecepatan.

Dengan tetap semangat akhirnya kamipun selesai sudah melewati jalur cikidang ini dan sudah memasuki jalan raya menuju villa tempat kami menginap di sekitaran cisolok, dan tidak memakan waktu yang lama akhirnya menjelang maghrib, kami tiba di villa yang menjadi tempat menginap kami, wah senangnya akhirnya sampai juga,sambil memarkir kendaraan masing-masing kamipun selalu diselangi dengan canda tawa terutama ngomongin teman yang sempat crash di cikidang tadi. Sabar ya bro, mungkin gara-gara pakai motor merah akhirnya mencium tanah merah, hehehe…

Setelah rombongan kumpul dan dianggap lengkap, kami segera masuk ke dalam villa, paling tidak sekedar untuk menyimpan barang-barang bawaan kami masing-masing. Terlihatlah wajah-wajah senang ketika kami sampai di villa, sambil memandang ke bawah yang viewnya memang pantai membentang, alhamdulillah kita sampai dengan selamat ucap beberapa peserta dengan senang.

Setelah rehat sejenak, kemudian panitiapun mengumpulkan kami untuk absen sekaligus untuk pembagian kamar bagi masing-masing, dan kamipun dibagi menjadi 5 kamar, dengan satu kamar khusus buat perempuan. Pembagian kamarpun kami acak bahkan ga ada lagi istilah panitia atau peserta, tapi kami membaur supaya lebih akrab dan saling kenal.

Setelah kamar masing-masing diketahui, kami bergegas ke kamar masing-masing untuk segera mandi dan sholat maghrib. Setelah semua selesai dan santai, kemudian kami kumpul lagi untuk makan malam yang memang sudah siap di meja untuk segera disantap.

Setelah makan malam selesai, dan sebelum akhirnya berpencar, kamipun berkumpul dan diberitahukan kembali agenda buat seterusnya, tidak lupa juga dimanfaatkan untuk perkenalan dari tim detik, yang saat itu dihadiri mas Marwan, mas Fayyas, mba Ai, mba Mega (miss socmed), mas Imam, mas Ardi dan lainnya. Hari pertama akhirnya kami tutup dengan istirahat, walaupun sebagian peserta masih memanfaatkan waktunya dengan mengobrol, tapi saya memilih istiraha supaya esok harinya lebih segar. Dan saatnya kami tidurrrrrr…

Di hari kedua, setelah sholat shubuh kami kemudian mandi, ada juga yang nyeduh kopi dulu ataupun bikin teh panas di pagi hari yang seger sekalian menunggu santap sarapan. Saya dan rekan lain akhirnya memilih berjalan kaki menapaki jalan desa menuju tepi pantai, karena rasanya sayang sekali bila dilewatkan, ya itung-itung berolah raga sambil menikmati udara pagi mumpung sinar matahari belum menyengat panas.

Sesampainya di tepi pantai, kami menikmati deruan ombak dan semilir angin sambil sesekali sekedar bermain air di pasir yang dangkal, dan selagi santai terlihat ada kerumunan nelayan yang lagi ngobrol beserta nelayan yang baru bersandar habis melaut. Melihat hasil tangkapannya, sayapun penasaran karena bukan seperti biasanya membawa ikan laut biasa, melainkan dibawa dengan toples beserta airnya, sayapun menghampirinya dan mencoba mencari tahu yang mereka bawa.

Setelah tanya-tanya, mereka bilang kalau yang mereka bawa adalah bibit lobster mutiara, yang konon kalau ketahuan dan ketangkap petugas bisa kena denda karena dilarang ditangkap. Bibit-bibit lobster tersebut menurut mereka diekspor ke Vietnam, dan ditebus seharga 40-50 ribu/ekor dari nelayan, kalau sudah besar lobster tersebut bisa mencapai berat 300 gr. Wah, nambah pengetahuan lagi nih, saya merasa senang karena disaat jalan-jalan seperti ini masih bisa mendapatkan pengetahuan baru.

Setelah selesai berbincang dengan nelayan, kami kemudian kembali ke penginapan karena matahari sudah mulai terasa menyengat, dan juga kami segera berkumpul untuk sarapan sambil menunggu kedatangan dari AHM untuk mengikuti training mengenai safety riding. Ketika waktu menunjukan kurang lebih jam 11, akhirnya dari AHM pun datang, dan segera kita berkumpul untuk mengikuti acaranya. 

Training safety riding pun dimulai dibuka dengan sambutan mas Marwan dari detik dan dilanjut acara inti mengenai safety riding yang disampaikan oleh Safety Riding Training Analysis AHM Satrio Nugroho, dari pemaparan yang disampaikan ada beberapa hal yang saya petik diantaranya:

  1. Pengendara harus dipastikan menggunakan alat standar pelindung diri diantaranya (helm fullface, sarung tangan,jaket dan masker).
  2. Mengikuti aturan/rambu-rambu lalu lintas sesuai UU lalu lintas, karena sesungguhnya ga ada specialnya antara rombongan touring dengan pengendara lainnya.
  3. Pastikan istirahat untuk jarak tertentu sesuai dengan kesepakatan rombongan.
  4. Pastikan rombongan tetap lengkap dan bersama, istilahnya berangkat 10 orang sampai tujuanpun harus tetap 10 orang.

Setelah training safety riding selesai, kami lanjut makan siang dan bersiap pergi ke panti asuhan untuk memberikan santunan. Karena prinsip kami selain kami bersenang-senang juga harus memberikan manfaat dan hal positif lain buat lingkungan dan masyarakat pada umumnya.

Panti asuhan yang kami tuju bernama Darul Aitaam, letaknya ga jauh dari tempat kami menginap, dan bantuan social diserahkan langsung oleh mas Marwan sebagai perwakilan detik dan juga oleh mas Gojay salah satu perwakilan peserta, dan semoga bermanfaat bagi adik-adik kita di panti tersebut.

Akhirnya rangkaian pokok pun selesai dilakukan, dan kita lanjut bermain ke pantai karangpapak untuk menambah keakraban diantar kami semua. Untuk menambah semarak kami mengadakan game yang dilombakan dan ga luput dari hadiah merchandise detik, wah cukup seru juga di sesi game ini, terlihat antusias dan keceriaan peserta tanpa ada lagi kecanggungan walaupun baru ketemu dan kenal satu hari sebelumnya.

Permainan yang cukup mengocok perut akhirnya selesai juga, bersamaan dengan semakin gelap dan memasuki waktunya maghrib, kamipun bergegas bersih-bersih dan melakukan sholat maghrib sambil menunggu waktunya makan malam ditepi pantai. Setelah semua siap hidangan ikan bakar dan makanan khas tepi pantai lainnya siap dilahap peserta touring yang terlihat sudah pada laper, sehingga semua makanan disikat habis sambil duduk santai memandang lautan ditengah cahaya temaram dan terlhat indahnya kerlipan cahaya di perairan sana.

Dan, akhirnya waktunya tiba kami berdiskusi dan membicarakan rencana kedepannya mengenai komunitas Otolovers yang digagas detikoto ini, karena kami berharap komunitas ini tidak berakhir begitu saja tetapi bisa berkesinambungan dengan kegiatan positif lainnya. Kami sepakat kehadiran komunitas ini bukan untuk ugal-ugalan apalagi jadi bibit kriminalitas, tetapi jadi ajang berkontribusi dengan hal positif selain tentu saja untuk penyaluran hobi yang sama tentang otomotif.

Memang kami sadar belakangan citra negative tentang komunitas motor khususnya banyak sorotan bahkan dibenci, tapi untuk merubah itu semua tidak cukup dengan berdebat melainkan memberikan bukti dengan aksi positif yang nyata bagi masyarakat pada umumnya. Atas kesepakatan dan komitmen itu, kami sepakat untuk mendeklarasikan komunitas Otolovers dan siap merumuskan kegiatan positif lainnya dimasa yang akan datang.

Malam itupun setelah kesepakatan terbentuk kami siap balik ke penginapan untuk istirahat dan bersiap pulang ke Jakarta keesokan harinya. Malam itu kami tutup dengan tidur yang nyenyak walaupun sesekali diselangi dengan suara dengkuran teman sebelah yang sepertinya kelelahan main game.

Hari ketiga, hari terakhir kami disana, pagi-pagi setiap peserta sudah siap untuk menyambut sarapan pagi, dan ya sebagian masih memanfaatkan momen ini untuk sekedar berjalan ke tepi pantai sebelum bergegas kembali ke Jakarta. Tidak lupa kami mempersiapkan barang masing-masing supaya tidak ada yang tertinggal, dilanjut sarapan pagi dan kami diskusi sejenak membicarakan rencana diperjalanan. Sekitar jam 10 pagi, akhirnya kami sudah siap semua tinggal menyiapkan kendaraan masing-masing serta merapikan barang-barang di motor. 

Akhirnya perjalanan panjangpun kami mulai dan siap kami tempuh dengan tetap semangat, saya sendiri antusias untuk meliuk-liuk lagi di rute cikidang dengan tanjakan yang asyik itu, dan cikidang yang asyik itupun akhirnya kami lalui dengan lancar dan enjoy untuk segera berhenti di tikum pertama POM bensin cibadak. Di tikum ini sebagian peserta memanfaatkannya untuk mengisi bahan bakar sambil istirahat sejenak, sekitar 15 menit sudah kami beristirahat dan kami lanjutkan kembali perjalanan menuju tikum kedua di jalan alternative tenjo ayu untuk sekalian sholat dan makan siang.

Kami di tikum ini sedikit lebih lama karena menunggu sang koki menyiapkan hidangan buat kami, tidak lupa kami selalu ngobrol diselangi canda tawa. Dan, akhirnya setelah menunggu makananpun siap dan kamipun menikmati makan siang ditengah cuaca hujan yang lumayan deras. Setelah perut kenyang, kamipun lanjut perjalanan menuju rumah masing-masing, karena dianggap perjalanan sudah dekat dan ada juga diantara peserta yang tinggal di bogor, jadi kami bias langsung menuju rumah masing-masing. Namun demikian, kita tetap bersama sampai ke titik perpisahan yaitu di bogor.

Nah di bogor inilah kami mulai berpisah antara jalur Jakarta dan sekitarnya dana rah parung, pamulang dan sekitarnya, saya sendiri beserta rekan lain memisahkan diri dari rombongan menuju arah parung, dan Alhamdulillah sekitar jam 5 sore saya sampai di rumah dengan selamat, sehat dan tentu saja berakhir dengan pengalaman dan kesenangan.

OTOlovers!!! Gas poooolllll teruuuusssss!!!

*Penulis akhirnya menulis lagi setelah lama facum, terakhir menulis ketika waktu SD dan disuruh mengarang bebas pengalaman liburan ke rumah nenek.

Facebook : Iim dahiman (iim.dahiman@gmail.com)
Instagram : iim_dahiman
Email : klikiim@yahoo.com


TAGS   otomotif / otolovers /