Ototouring

Touring Tak Selalu Berkonotasi Negatif

20 Oct 2016 - 12:06 WIB

Fauzi Lesmana - OTOLovers

Ada 3 hal yang menarik perhatian gw selain keluarga, yaitu film, musik dan touring. Untuk film, jangan ditanya. Sally kadang harus mengalah, kalau gw sedang menghabiskan waktu di depan laptop dan tv, atau ketika gw sedang melahap habis film2 atau serial yang sudah gw download.

Sedangkan musik, agak masih pilih-pilih. Gw cuma suka beberapa jenis musik dari beberapa artis. Tapi begitu gw sedang menikmati itu, ga ada aktivitas lain yang mengalahkan2 hal tadi.

Lalu bagaimana dengan touring? Selama menikah dengan Sally, touring yang gw lakukan bisa dihitung dengan jari. Sebenernya banyak ajakan untuk itu, tapi banyak juga pertimbangan yang akhirnya kadang gw urung untuk ikut.

Beruntungnya diri ini, saat Sally sedang “hunting job” di sosial media. Doi nemuin postingan Gajah Pesing yang ngasih link dari detikOTO untuk touring ke Sukabumi.

Sally nawarin untuk ikutan. Biasanya sih gw males ikutan acara yang digelar beberapa media walaupun untuk sekedar test drive, coaching clinic atau apalah.

Tapi kali ini, tanpa pikir panjang, langsung daftar dan berharap kepilh. Sehari, dua hari sampai seminggu menunggu kabar yang tak pasti.

Akhirnya di H-2 dapat balasan email yang intinya gw terpilih. Seneng bukan main. Langsung packing mengingat waktu sudah mepet.

Oiya, di dalam email itu disarankan pada saat touring menggunakan helm full face. Nah lho, selama ini selalu pakai helm half face.

Akhirnya cari-cari dan ketemu. Sayangnya helm tersebut dalam kondisi yang tidak layak pakai. Dalamnya kotor dan busa di bagian mulutnya hilang entah kemana. Mau ga mau kudu pakai helm half face.

#DAY 1

Pas hari yang dinanti tiba (caelah). Bangun pagi, mandi, tapi lupa gosok gigi kemudian sarapan dan pamitan sama anak dan istri. Persiapan menuju kantor detik di bilangan Warung Buncit.

Sesampainya di sana, tepat jam 7.30 WIB dan ternyata sudah ada sekitar 7 orang yang sudah hadir. Salah satunya wanita.

Belakangan diketahui bernama Ibu Nita. Keren. Ternyata beliau satu-satunya peserta wanita yang ikutan kegiatan touring ini.

Kemudian sekitar jam 8.30 WIB setelah para peserta hadir semua, kita dibriefing oleh Marwan dari www.detik.com. Dan dikenalkan juga peserta lain, yang menjadi RC adalah Ghojay dan Harri selaku Sweeper.

Pada saat briefing, kita diberi arahan untuk melindungi diri sendiri. Membuat zona aman. Karena walaupun touring ini diadakan bersama-sama, tetapi yang tahu dan yang merasakan bahwa kita aman adalah diri sendiri. Leh uga sarannya.

Setelah foto-foto, tepat jam 9.00 peserta touring dilepas oleh Fayyas menuju Sukabumi. Sebelumnya sudah ditentukan bahwa akan ada 2 titik kumpul. Yang pertama di Sentul, di salah satu gerai waralaba terkemuka. Dan titik kumpul kedua berada di Lido, skalian makan siang.

Perjalanan dari kantor detik cukup lancar, padahal hari itu hari Jumat. Tidak ada kendala berarti. Rute dari kantor detik, melewati Warung Buncit – Pomad - Pasar Minggu -Tanjung Barat – Lenteng Agung – Margonda, belok di Juanda dan lanjut ke jalan Raya Bogor sampai Sentul.

Oiya, sebelum berangkat, ada salah satu peserta yang memakai sandal. Lalu ditegur oleh RC dan disarankan untuk mengganti dengan sepatu.

Peserta tersebut akhirnya berbelok ketika di Jalan Raya Bogor menuju rumahnya untuk mengganti sepatu. Dan disepakati untuk bertemu di titik kumpul pertama, yaitu Sentul.

Di sini beberapa peserta sudah mulai melakukan PDKT. Gw yang memang dasarnya pemalu, agak kesulitan untuk memulai percakapan. Untungnya saat itu ada Dzul yang sedang live di Facebook dan kebetulan sedang disaksikan Sally dan anak-anak, menyebut tentang “suaminya Mba Sally”.

Serta merta saya menengok sambil dadah-dadah ke camera dan akhirnya kenalan dengan Dzul. Ada juga Cuko (pada saat itu belum tahu namanya) yang badut banget. Juga “teman seprofesi” Chairul. Sempat ngobrol-ngobrol singkat di SPBU sebelah meeting point pertama.

Masih sedikit kaku kayak kanebo kering. Beberapa saat kemudian datang, team detikOTO yang menggunakan mobil. 

Tak lama, kami melanjutkan perjalanan sambil take photo untuk keperluan dokumentasi. Rute yang ditempuh, Jl Raya Bogor – Jambu Dua – Pajajaran – Tajur – Ciawi – sampai akhirnya tiba di meeting point kedua di Lido.

Jalanan di Bogor pada Jumat siang untungnya sangat bersahabat. Kami melaju tanpa macet sedikitpun. Sempat berhenti sebentar di Tajur dikarenakan hujan mulai turun dan kami langsung memakai jas hujan.

Memasuki Sukabumi, agak sedikit tersendat. Ternyata ada pengecoran jalan untuk bagian tengah. Jalan yang tadinya bisa dilalui 2 jalur ke arah Sukabumi, menyempit menjadi 1 jalur.

Sampai Lido, team detikOTO sudah menunggu di salah satu resto yang menyediakan perahu untuk makan siang. Makanan sudah tersedia rapi berjejer.

Sebagian peserta ada yang melaksanakan shalat dulu dan sebagian ada yang ke toilet, termasuk gw. Lepas cuci tangan, dengan sedikit malu-malu, gw dan peserta lain langsung menyantap nasi timbel komplit dengan teh hangat.

Setelah habis, tanpa rasa malu gw meminta nasi tambahan. Untuk urusan perut, gw kadang memang ga pernah malu. Selesai makan, sebagian peserta ada yang foto-foto, ada yang berbincang, sedangkan gw memutuskan rebahan untuk meluruskan tulang belakang. Umur memang ga bisa bohong.

Kemudian perjalanan dilanjutkan sampai akhirnya kami berhenti di SPBU sebelum berbelok ke arah Cikidang. Beberapa peserta ada yang mengisi bahan bakar, ada yang ke toilet, ada juga yang foto-foto untuk sekedar posting di social media.

Kelar itu kita sempat briefing dulu dan diingatkan oleh Yudi untuk berhati-hati dan tidak terlena oleh jalanan di Cikidang. Karena beberapa waktu lalu sempat ada rombongan touring yang kecelakaan akibat tumpahnya solar ke aspal oleh para truk pengangkut muatan minyak sawit. Ok noted!

Touring berlanjut melewati jalur Cikidang. Gw sangat menikmati ketika melewati jalur ini, walaupun ini bukan yang pertama kalinya.

Di sini salah satu peserta, Chairul mengalami kecelekaan. Entah karena kekurangsiapan fisik atau terlalu bersemangat mengikuti touring. Ketika melihat bukit bertanah merah, seketika langsung “bersandar”. Mungkin dia mengalami apa yang dinamakan fatamorgana.

Melihat tanah merah seolah-olah itu kasur. Kemudian dengan sigap sweepeer memberikan bantuan. Untungnya tidak ada yang dikhawatirkan. Chairul dan tunggangannya tidak mengalami kerusakan. Perjalananpun dilanjutkan kembali.

Setelah lewat Cikidang, sekilas tampak kilau biru dari dataran yang kami lewati. Ternyata sudah mendekati laut. Yang artinya kurang dari 1 jam lagi kita akan sampai di tujuan.

Melewati jalur pinggir pantai bersama rombongan touring, berasa kayak di Florida (walaupun belum pernah ke sana) dengan menunggangi Harley Davidson. Yah, namanya juga mimpi. Boleh kan, mumpung gratis.

Akhirnya sampai juga di villa (tempat kami menginap), sempat foto-foto dulu dan ada juga sebagian yang langsung beristirahat. Setelah pembagian kamar, gw langsung memutuskan untuk mandi. Habis mandi dilanjutkan dengan makan malam sambil membahas perjalanan touring tadi.

Malam ini chairul yang menjadi “trending topic” gara2 kejadian fatamorgana tadi. Usut punya usut ternyata tunggangannya tidak ada rem belakang. Mohon untuk tidak ditiru. Sebelum melakukan touring, baiknya dilakukan pengecekan menyeluruh pada tunggangan kita.

Kelar makan malam, kami berkumpul di ruang tengah sambil perkenalan dari team detik serta penjelasan rundown acara untuk besok. Di sini belum ada perkenalan antar peserta. Kemudian acara bebas. Ada yang langsung beristirahat, ada yang masih santai-santai, ada pula yang sudah mulai membuka obrolan.

Yudi melanjutkan pembahasan tentang insiden fatamorgana tadi. Juga dilanjut tentang safety riding. Pria berkacamata ini, merupakan salah satu trainer di Rifat Driving Lab (RDL).

Banyak memberi masukan tentang cara berkendara yang baik dan benar. Juga banyak masukan-masukan dari Ghojay dan Agus Thole yang sudah berpengalaman dalam melakukan touring. Tanpa terasa, obrolan berlangsung sampai jam 2 pagi. Kami pun langsung kembali ke kamar masing2 untuk tidur.

#Day2

Udara dingin dan angin yang berhembus dari laut menerobos masuk ke dalam ruangan sampai ke sela2 kaki Gw yang kebetulan tidur di ruang tengah. Nengok ke jam, ternyata masih jam 5 WIB.

Lihat ke luar, awan masih gelap. Pas ini bisa lihat sunrise. Yang lain ada yang masih pulas. Beberapa ada yang sudah bangun termasuk Fayyas yang sedang menyiapkan kamera untuk mengambil moment sunrise.

Bahkan Dzul yang sudah mandi dan rapi jali sudah live di Facebook. Gw yang ditemani segelas kopi panas, hanya sekali dua kali mengabadikan momen itu.

Gak lama langsung bergegas mandi, karena hari ini ada beberapa acara yang akan berlangsung. Kelar mandi dilanjut sarapan.

Sambil sarapan, Imam, salah satu team www.detik.com mewawancarai peserta tentang kesan mengikuti touring ini. Setelah sarapan, gw memutuskan ke kamar untuk melunasi hutang tidur semalam.

Sampai sekitar jam setengah 11 WIB, Rensy membangunkan untuk memberitahukan bahwa training Safety touring yang diadakan oleh sponsor acara ini yaitu Astra Honda Motor sudah dimulai.

Tanpa cuci muka, langsung menuju ke bawah tempat training dimulai. Materi dibawakan oleh Satrio Nugraha, selaku Safety Riding Training Development Analisis.

Banyak ilmu yang didapat dari materi ini. Mulai dari persiapan touring, kode-kode selama di perjalanan, dan antisipasi apabila terjadi crash. Training berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Setelah itu, dilanjut dengan diskusi dan makan siang dengan perwakilan PT. AHM.

Selesai makan siang, peserta bersiap-siap untuk melanjutkan acara menuju Panti Asuhan Daarul Aitam. Di sana disambut oleh Pak Asep selaku pimpinan pondok pesantren.

Tak lupa pihak detikOTO memberikan sumbangan. Para peserta dengan spontanitas juga menggalang dana untuk disumbangkan ke pondok pesantren tersebut. Tampak raut kebahagiaan terpancar dari anak-anak penghuni pondok. Kemudian selesai foto bersama, acara dilanjutkan menuju Pantai KarangPapak untuk acara permainan (games).

Games yang dibawakan oleh Ai Chintya dari www.detik.com, diawali oleh perkenalan yang memang sengaja tidak diadakan malam sebelumnya. Karena ini bagian dari games tersebut.

Jadi di games ini, Ai Chintya melempar bola ke salah satu peserta. Si peserta yang kebagian bola, wajib memperkenalkan diri dan menyebutkan 5 nama peserta yang lain, begitu seterusnya sampai semua kebagian.

Cara ini bener-bener efektif. Karena kita mau ga mau jadi harus menghafalkan semua nama peserta supaya ga kena hukuman.

Games berikutnya Snake. Peserta dibagi menjadi 2 team dan berbaris berhadapan. Jadi peserta yang berbaris paling depan, harus menangkap team lawan yang berada paling belakang.

Banyak tenaga terkuras di sini. Saking serunya sampai akhirnya tidak ada pemenang di games kedua ini.

Berikutnya di games ke 3, balapan secara berbaris dengan 1 kaki. Di games ini dimenangkan team kami.

Games ke 4, panjang-panjangan barisan. Boleh menggunakan semua barang yang melekat di badan. Di sini gw memberanikan diri untuk membuka celana, karena melihat team lawan sudah hampir melewati panjang barisan kami.

Di sini sisi lain gw mulai terkuak (tsaaaah). Yang awalnya pemalu, sampai akhirnya jadi mempermalukan diri sendiri. Dan akhirnya team kami kembali menang.

Dan games terakhir yang sudah tidak menentukan lagi, estafet memindahkan air menggunakan gelas air mineral, kembali dimenangkan oleh team kami. Sudah tentu team kami juaranya.

Selanjutnya, acara bebas. Beberapa peserta bermain-main pasir. Ada yang berenang sampai ke tengah laut.

Gw cukup di pinggir pantai sambil mengambil foto siluet. Sambil menunggu malam tiba, peserta lain ada yang membersihkan diri untuk bersiap barbequean di pinggir pantai.

Tepat pukul 7, acara makan malam dimulai. Berbagai macam ikan laut yang dibakar kering cukup menggugah selera. Kalau saja gw ga trauma akan tersangkut tulang ikan sekitar 5 tahun lalu, mungkin sudah gw santap semua.

Selesai makan, acara dilanjutkan diskusi yang dibuka oleh Marwan. Diskusi berlangsung cukup menarik. Interaksi antar peserta dengan detikOTO sangat cair.

Pembicaraan yang dibahas kebanyakan mengenai program-program selanjutnya. detikOTO memberikan keleluasaan kepada peserta untuk memberikan masukan-masukan untuk event berikutnya.

Setelah itu, sebenernya kita punya kejutan buat Marwan selaku yang dituakan (sesepuh) di event ini. Awalnya gw diskusi dengan Ghojay, mau nyeburin beliau. Sempat diajak ke pinggir pantai untuk foto bersama.

Dan sempat juga untuk digotong untuk diceburin ke pantai. Sayang saja si korban dengan alasan handphone masih di saku celana, niat tersebut urung untuk dijalankan. Siap2 di event berikutnya. Ga ada alasan, Mas!

Sekitar jam 9 WIB, kami kembali ke villa untuk beristirahat dan mempersiapkan untuk pulang keesokan harinya. Gw pun setibanya di villa, memutuskan untuk langsung tidur.

#Day3

Gw bangun sekitar jam 7 pagi. Saking pulasnya tidur, ga sadar kalau beberapa peserta sudah ada yang keluar untuk hunting foto-foto sunrise di pantai sebelah.

Nyesel juga bangun kesiangan. Banyak cerita yang mereka bawa pulang seusai perjalanan itu. Gw akhirnya memutuskan untuk mandi dan packing barang bawaan.

Acara dilanjut untuk sarapan. Selepas itu, peserta berkumpul di ruang tengah karena teman-teman detikOTO memberikan sambutan dan pembagian doorprize untuk peserta yang aktif di sosmed dan diskusi.

Rensy dan Wandi kebagian souvenir dari detikforum. Siswanto kebagian sebagai peserta paling aktif dalam diskusi yang diadakan semalam. Gw kabagian doorprize untuk yang aktif di sosmed. Dan Harri kebagian doorprize utama yaitu sebuah helm Nolan.

Akhirnya acara puncak tiba yaitu deklarasi pembentukan Komunitas OTOLovers. Dari pihak detikOTO diwakili oleh Marwan dan dari pihak peserta diwakili oleh Yudi.

Semoga dengan terbentuknya Komunitas OTOLovers ini, ke depannya banyak kegiatan positif yang dapat kami lakukan. Entah itu kegiatan bakti sosial, touring, coaching clinic ataupun yang lainnya.

Kami pun bersiap untuk pulang ke Jakarta. Walaupun ada sedikit masalah yang terjadi, 150 KM menggunakan motor matic, bukan hambatan besar buat kami.

Ditambah lagi di sini gw bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai latar belakang yang berbeda. Juga imu seputar otomotif dan safety riding yang sangat bermanfaat untuk dibagikan ke komunitas ojek online yang gw ikuti.

Semoga silaturahmi ini tetap terjaga sampai generasi kita berikutnya. Senang bertemu dan berkenalan serta menjadi keluarga besar dari Komunitas OTO Lovers ini. Sampai jumpa di acara detikOTO berikutnya.

“Touring doesn’t kill me and I can handle it” – Daniel Johns


TAGS   otomotif / otolovers /